Bitcoin itu Halal atau Haram ya? Simak Info MUI ini

1 Bitcoin = 543,414,678 (Data Aug 4, 03:27 UTC)

Banyak pertanyaan tentang apakah transaksi bitcoin itu haram? apa itu kripto? lalu fatwa DSN MUI tentang kripto bagaimana? lalu apa pula itu bitcoin? baiklah silahkan simak tulisan saya berikut.

Di instagramnya kang ifham dia share begini :

Kripto itu masih kategori gharar kelas berat dan spekulasi tingkat tinggi. Namun, Saya gak pernah mengharamkan, apalagi menggunakan kripto.

Lalu mendapat respon dari user followernya:
“Tidak berani mengharamkan karna takut dimusihi pengguna kripto”

Kemudian di jawab lagi sama ifham:
“Enggak terkait itu.. Tp terkait Qawaid Ushuliyah. Klo riba itu qawaid ushuliyah nya pake khithab haram, jd enak sj saya mengharamkannya, tentu pake ilmu.. Tapi klo gharar dan maisir, khithabnya gak pake redaksi haram, tapi pake nahaa dan pake fajtanibuuhu. Gradasinya lebih beragam. Jd gak bisa asal mengharamkan. 😊🙏”

Baik rekans mari kita beda satu-satu ya, biar teman-teman yang baru belajar ekonomi syariah terutama mahasiswa baru yang hendak terjun ke islamic finance ada pencerahan sedikit.

Apa itu Kripto?

Dari kata inggrisnya “Crypto” dan asal penggunaannya erat dengan kata “cryptocurrency”

Di page nerdwallet.com didefinisikan bahwa :

A cryptocurrency (or “crypto”) is a digital currency that can be used to buy goods and services, but uses an online ledger with strong cryptography to secure online transactions.

Cryptocurrency (atau “crypto”) adalah mata uang digital yang dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa, tetapi menggunakan buku besar online dengan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi onlinenya.

Biasa juga di sebut kripto sebagai aset digital karena erat juga kaitannya dengan investasinya.

Lalu apakah uang kita di akun internet banking itu seperti di Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI, dll bahkan di sejenis debit card atau kartu lainnya seperti Jenius, Gopay, OVO itu semua termasuk mata uang digital?

Jawabnya itu bagian dari uang yang di asosiasikan dalam hal ini mata uang rupiah yang jenisnya sebagai uang elektronik.

Uang Elektronik (Electronic Money) didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Penggunanya harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi. Ketika digunakan, nilai uang elektronik yang tersimpan dalam media elektronik akan berkurang sebesar nilai transaksi dan setelahnya dapat mengisi kembali (top-up).

Penerbit yang dimaksud diatas adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan Uang Elektronik.

  • Update: dengar kabar, kabarnya bahwa Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia juga akan mengeluarkan Uang Digital Bank Sentral (CBDC) dengan branding “digital rupiah”

Apa itu Uang Digital Rupiah, bedanya dengan Uang Elektronik dan Uang Kripto

Digital Rupiah merupakan uang digital yang diterbitkan bank sentral (BI) sehingga merupakan kewajiban bank sentral terhadap pemegangnya.

Uang elektronik merupakan alat pembayaran yang diterbitkan oleh pihak swasta atau industri dan merupakan kewajiban penerbit uang elektronik tersebut terhadap pemegangnya.

Lalu beda Uang Digital Rupiah dengan Uang Kripto seperti Bitcoin dan sejenisnya yaitu Cryptocurrency tidak diregulasi oleh regulator manapun dan sebagian pasokannya terbatas.

Sedikit faham ya atau tambah bingung.

Jadi kalau mendengar kata crypto atau kripto maka maksudnya adalah crypto currency, biar kita semua sefaham ya.

Cryptocurrency bekerja menggunakan teknologi yang disebut blockchain.

Apa itu Blockchain

Gambar di bawah ini adalah aktivitas menambah bitcoin atau bitcoin mining. Image by techcrunch.com 

Blockchain adalah teknologi terdesentralisasi yang tersebar di banyak komputer yang mengelola dan mencatat transaksi.

Sederhananya Blockchain itu merupakan suatu teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi.

Masih bingung ya… soalnya seringnya hanya dengar istilah bitcoin. apakah itu?

Oke lanjut.

Pengertian Bitcoin

Menurut bitcoin.it yang memuat tentang definis bitcoin yaitu :

Bitcoin is a decentralized digital currency that enables instant payments to anyone, anywhere in the world. Bitcoin uses peer-to-peer technology to operate with no central authority: transaction management and money issuance are carried out collectively by the network.

Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang memungkinkan pembayaran instan kepada siapa saja, di mana saja di dunia. Bitcoin menggunakan teknologi peer-to-peer untuk beroperasi tanpa otoritas pusat: manajemen transaksi dan penerbitan uang dilakukan secara kolektif oleh jaringan.

Bitcoin merupakan bagian dari kripto (cryptocurrency), dianya terkenal karena memang adalah largest trading cryptocurrencies saat ini.

Menurut CoinMarketCap (cryptocurrency data and analytics provider) yang saya lansir dari page NerdWallet bahwa Kapitalisasi Pasar bitcoin per Mei 2021 adalah $735.3 miliar, merupakan yang tertinggi dari cryptocurrency yang ada saat ini.

Tampilan di laman bitcoin.org

Di Indonesia sendiri paling banyak menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar ataupun investasi mereka.

Lalu adakah selain bitoin?

Ya,a da banyak, bahkan kabarnya ada sampai ribuan jenis cryptocurrencies ini.

10 diantara yang terbesar Market Capitalizationnya (data mei 2021) yaitu Bitcoin, Ethereum, Tether, Binance Coin, Cardano, XRP, Dogecoin, Polkadot, USD Coin dan Internet Computer.

oke kira-kira itu beberapa penjelasan dasar tentang kripto dan bitcoin.

Fakta Tentang Bitcoin

Lalu selanjutnya yang cukup menarik untuk diketahui tentang bitcoin yang saya kutip dari bitocto.com yaitu bahwa:

Tidak ada wujud fisik dari Bitcoin, hanya nominal saldo yang disimpan pada buku besar public (Blockchain) yang bisa diakses secara transparan oleh siapa saja — termasuk semua transaksi Bitcoin — yang diverifikasi oleh sejumlah daya komputasi yang besar (Mining).

Bitcoin tidak diterbitkan atau didukung bank atau pemerintah manapun, Bitcoin juga tidaklah merupakan komoditi berharga. Meskipun bukan alat pembayaran yang sah, Bitcoin memiliki popularitas yang sangat tinggi, dan telah memicu peluncuran ratusan mata uang digital lainnya yang secara kolektif dikenal juga sebagai Altcoins.

Altcoin adalah cryptocurrency lain yang diluncurkan setelah kesuksesan Bitcoin. Umumnya, mereka menjual diri mereka sebagai alternatif yang lebih baik dari Bitcoin.

Menurut organisasi resmi Bitcoin, kata “Bitcoin” (menggunakan huruf besar) dalam konteks merujuk pada entitas atau konsep, dan “bitcoin” (yang ditulis menggunakan huruf kecil) merujuk pada kuantitas mata uang (contoh: “Saya membeli 20 bitcoin”) atau unit itu sendiri. Bentuk jamak bisa disebut dengan kedua “bitcoin” atau “bitcoins.” Bitcoin juga umumnya disingkat sebagai “BTC.”

Baik… kita masuk ke persolan inti sesuai informasi awal diatas. yaitu:

Kripto itu Gharar Kelas Berat dan Spekulasi Tingkat Tinggi

Investasi Bitcoin itu Gharar

Untuk mengurai hal ini agar lebih jelas, akan saya paparkan penjelasan dari K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Periode 2021-2025. Karena istilah-istilah islami seperti gharar ini tentu ulamalah yang lebih faham maknanya, dan tentunya ulama yang memang jurusan studinya berkaitan dengan muamalah. Bukan sembarang ulama-ulma-an he he.

Kebetulan kyai Cholil ini adalah dosen saya juga waktu masih study ekonomi syariah di Pasca UI dulu.

Baik, lanjut saja….

Silahkan simak penjelasan berikut tentang bitcoin dan hukumnya dalam Islam.

Uang dalam Islam

Uang adalah segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apa pun bentuk dan dalam kondisi seperti apa pun”. Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami, 1996, h.178.

Fatwa DSN MUI tentang Transaksi jual beli mata uang adalah boleh dengan ketentuan: Tidak untuk spekulasi, ada kebutuhan, apabila transaksi dilakukan pada mata uang sejenis nilainya harus sama dan tunai (attaqabudh).

Jika berlainan jenis harus degan kurs yang berlaku saat transaksi dan tunai.

Bitcoin Sebagai Alat Tukar

Bitcoin sebagai alat tukar hukumnya boleh dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan sama kuantitas jika jenisnya sama. Dan jika jenisnya berbeda disyaratkan harus taqabudh secara haqiqi atau hukmi (ada uang, ada bitcoin yang bisa diserahterimakan)

diqiyaskan dengan emas dan perak, semua benda yang disepakati berlaku sebagai mata uang dan alat tukar. Meskipun bahannya bukan emas dan perak.

Mata uang tidak harus berbahan emas dan perak. Imam Malik pernah mengatakan:

“Andaikan orang-orang membuat uang dari kulit dan dijadikan alat tukar oleh mereka, maka saya melarang uang kulit itu ditukar dengan emas dan perak dengan cara tidak tunai”. (Al-Mudawwanah Al-Kubra, 3/90)

Ghararnya Bitcoin

Dalam ekonomi syariah, para mahasiswa jurusan ekonomi Islam sudah sangat familiar dengan rujukan 3 kata yaitu Riba, Gharar dan Maysir.

Lalu dalam investasi Bitcoin melekat penggunaan istilah tersebut lebih kepada Ghararnya.

Lalu apakah itu Gharar?

Apa itu Gharar ?

Sebagaimana dalam ketentuan umum fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI No: 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan prinsip syariah dalam mekanisme Perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler Bursa efek di sebutkan bahwa.

Gharar adalah ketidakpastian dalam suatu akad, baik mengenai kualitas atau kuantitas obyek akad maupun mengenai penyerahannya.

Di sebutkan juga di keterangan fatwa selanjutnya tentang Taghrir, yang dimana taghrir ini erat juga kaitannya dengan gharar. Lalu apa itu taghrir?

Taghrir adalah upaya mempengaruhi orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan yang mengandung kebohongan, agar terdorong untuk melakukan transaksi.

Simak juga fakta yang dapat ditemukan dengan mudah di artikel berita-berita tentang investasi di internet tentang elon musk, dimana cuma gara-gara perkataan seorang CEO sebuah perusahaan yaitu Elon Musk, dimana kata-katanya tersebut di akun media sosial mampu mempengaruhi naik turunnya harga mata uang kripto Bitcoin, bukankah ini bentuk taghrir yang sangat spekulatif?

Belum cukup?, baiklah, anda bisa juga membaca pengakuan seorang trader berikut, yang saya kutip dari investing.com semoga mencerahkan tentang spekulasi. Di tuliskan bahwa:

TRADING SAHAM ADALAH SPEKULASI, kenapa? Karena apa yang kita analisa juga berdasarkan dugaan, atau pola dimana harapan kita adalah pasar merespon apa yang kita analisa sehingga jika dugaan kita benar, maka hadiahnya adalah sebuah keuntungan. Jika Analisa Saham dilakukan atas dasar dugaan atau kemungkinan, maka teman2 bisa bayangkan bagaimana mereka yang melakukan JUAL BELI SAHAM TANPA ANALISA? Tanpa persiapan, Tanpa Trading Plan, hanya jual dan beli berdasarkan KATANYA !!??

Hal seperti ini adalah sangat umum dijumpai, buktikanlah ketika anda memiliki teman yang berprofesi trader pasti tak luput setiap saat melihat layar laptop atau Hpnya. Melihat pergerakan pasar.

Lalu selanjutnya dimana letak ghararnya dalam investasi bitcoin ini?

Lebih lanjut Kyai Cholil Nafis Ph.D menjelaskan bahwa.

Bitcoin sebagai investasi lebih dekat pada gharar (spekulasi yg merugikan orang lain). Sebab keberadaannya tak ada asset pendukungnya (underlying asset), harga tak bisa dikontrol dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi sehingga kemungkinan besar banyak spekulasi ialah HARAM.

Kemudian ditambahkannya lagi..

Bitcoin hukumnya adalah mubah sebagai alat tukar bagi yang berkenan untuk menggunakannya dan mengakuinya. Namun Bitcoin sebagai investasi hukumnya adalah HARAM karena hanya alat spekulasi bukan untuk investasi, hanya alat permainan untung rugi bukan bisnis yang menghasilkan.

Demikianlan penjelasannya, mungkin di artikel selanjutnya akan saya paparkan juga kenapa bitcoin di sebut tak ada asset pendukungnya (underlying asset), harga tak bisa dikontrol dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi.

Perspektif Bank Indonesia

Perlu di ketahui bahwa hingga saat ini (30/6/2021) bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin tidak boleh sebagai alat pembayaran yang sah, demikian juga mata uang lain selain rupiah. Saat ini BI sedang dalam proses merumuskan mata uang digital yang disebut central bank digital currency untuk segera diterbitkan. BI terus melakukan kerja sama yang erat dengan bank-bank sentral lainnya dalam rangka mempelajari dan mempersiapkan mata uang digital tersebut. Lalu setelah itu kemudian akan di edarkan dengan bank dan fintech secara wholesale maupun ritel. Demikian menurut Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 yang saya kutip dari page hukumonline.com

Bitcon Halal atau Haram?

Fatwa DSN MUI tentang transaksi uang crypto – Terkait fatwa DSN MUI tentang transaksi uang crypto seperti bitcoin, dll. Dengar-dengar kabar sedang di bahas, semoga saja segera ada kabar baik agar publik lebih jelas dan tercerahkanlah umat ini.  Yang pasti mengenai mata uang kripto ini termasuk dalam domain siyasah maliyah atau ekonomi politik yang eksistensinya bergantung pada ketentuan dan/atau keputusan otoritas yang setidaknya memenuhi kriteria tentang uang legal.

Jadi sebagaimana penjelasan diatas di simpulkan bahwa bitcoin sebagai investasi lebih dekat pada gharar (spekulasi yg merugikan orang lain) lalu Bitcoin hukumnya adalah mubah sebagai alat tukar bagi yang berkenan untuk menggunakannya dan mengakuinya. Namun Bitcoin sebagai investasi hukumnya adalah HARAM karena hanya alat spekulasi bukan untuk investasi, hanya alat permainan untung rugi bukan bisnis yang menghasilkan.

Demikianlah informasi singkat tentang investasi Bitcoin yang dianggap sebagai gharar kelas berat dan spekulasi tingkat tinggi.

Share di

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *