Gazebo di Lappa Laona Barru
18 Agustus 2018. Kesempatan baru berpihak kepada kami untuk mengukir jejak di salah satu wahana andalan baru Kabupaten Barru. Kawasan wisata Lappa Laona, Desa harapan, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Padahal tempat ini telah diresmikan pada tanggal 13 Mei 2018.

Selang tiga bulan sejak diresmikannya, tempat ini telah memiliki beberapa spot menarik. Tentunya untuk kembali menyejukkan imajinasi. Salah satu yang menarik adalah berdirinya rumah-rumah gazebo yang berjejeran dengan model minimalis.
.
Perjalanan kesini. Kami berangkat dari maros sekitar pukul setengah 2 siang. Panas yang sedikit dirisaukan tidak menjadi   masalah besar yang harus selalu dikeluhkan, toh juga sekarang memang musim kemarau. Dan panas salah satu anugerah yang patut disyukuri jika dibandingkan dengan mahluk yang hidup di daerah kutub.
.
Berangkat dari maros bersama Muhlis dan Bill, berencana bertemu di meet point (Pangkep) dengan Kahfi, Nawir dan Dedy. Kami berangkat berenam. Motor melaju dengan kecepatan cukup diatas rata rata (diatas 50 km/jam). Kami mengejar view sunset yang indah (padahal sunset tidak akan kemana), karena konon katanya di Lappa Laona adalah  “highland” (dataran tinggi).
.
Benar, aroma dataran tinggi terasa ketika kami mulai melewati jalan ke salah satu tempat wisata “Celebes Canyon”. Kalau ada yang bertanya, jalan ke Lappa Laona, itu berada satu jalur poros dengan tempat wisata andalan Barru yang lainnya yaitu Celebes Canyon, Pohon Jomblo dan Air Terjun Wae Sai. Hanya saja lorongnya (jalur masuk) yang berbeda beda. Jika dari arah Makassar, di Lampu merah pertama yang ditemui setelah perbatasan Pangkep Barru, Silahkan belok kanan ke Tanete Rilau jalan Poros yang menghubungkan Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng lewat jalur Bulu’dua anda akan melewati fly over yang dibawahnya merupakan jalur kereta api.

Area ketinggian yang menyelaraskan alam dengan keramahan penduduk sekitarnya sangat kental ketika kami bertanya tempat tembal ban terdekat. Maklum, motor kahfi yang langganan mengalami kebocoran akhirnya terjadi lagi. Tepat di siang hari dengan terik yang begitu hebat namun hawa sejuk sangat terasa. Berhubung karena disini dataran tinggi, jadi walaupun matahari memaksa kami untuk kepanasan, tetap saja cuaca masih berkompromi.

Kondisi ban motor kembali normal setelah operasi ringan yang memakan sedikit biaya karena harus disesar (diganti). Kami melanjutkan perjalanan, sampai di gerbang perbatasan Bulu’dua silahkan belok kanan. Kurang lebih 8 kilometer lagi motor harus dilajukan. Diantara rentang 8 kilometer ini ada salah satu spot foto yang menarik “Hutan Pinus” bentuknya yang sedikit padat, dengan getah yang dimanfaatkan oleh warga untuk diolah menambah ke “adem”an hutan pinus ini. Hampir mirip dengan hutan pinus lembanna Gowa.

Pohon Pinus

Kembali kami menyusur jalan yang cukup menantang, dengan kondisi batu yang belum diratakan (sebagian) dan sebagiannya lagi sudah cor. Tak perlu risau untuk beribadah. Karena ada mesjid disalah satu perkampungan yang dilewati, dengan kondisi air kran yang lumayan dingin.

Tiba di puncak. Anda cukup membayar Rp. 2.000/ motor dan Rp. 5.000/mobil untuk masuk. Pemandangan padang rumput yang luas akan menjadi suguhan pertama di tempat ini. Juga beberapa hewan ternak yang mencari penghidupan. Yah, sedikit saran, jika anda ingin melihat padang rumput nan hijau jangan datang di bulan agustus, karena kondisi sedang kemarau dan rumput agak kecoklatan.

Salah satu spot foto di tepi gunung

Kami langsung memilih area tertinggi untuk menikmati senja yang sebntar lagi akan tumbang. Ada banyak Wahana yang dapat dinikmati diantaranya Lokasi Camping Ground, Photo Spot, Flying Fox, Mountain Bike Park, Gazebo, dan Uno Stones (batu batu).

Ketulusan angin senja yang jarang dirasakan dari ketinggian menjadi pengikis rindu dari keterasingan hidup. Angin yang sangat kencang akan menerbangkan puing puing yang ingin dihilangkan dari benak yang ingin segera terobati.

Salah satu spot foto

.

team
Saat kami kesini. Cukup banyak pengunjung. Rata rata adalah muda mudi yang masih haus akan tempat menarik seperti ini. Dan jangan khawatir jika tidak membawa bekal, karena warung warung kecil akan menjadi penolong anda ketika hendak merasa tercurangi oleh kehausan dan kelaparan.
Share to
Categories: Blogging

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *