Banyak anak muda yang tertarik dengan linux, dan tahukah kamu kenapa mereka tertarik? jawabannya yang paling atas adalah karena ingin terlihat keren. just it!

Kalau tak percaya, coba saja tanya secara acak anak-anak muda saat ini terutama yang masih duduk di bangku SMP atau SMA.

Sebenarnya ada banyak hal yang membuat seseorang nyaman dengan linux OS, namun jangan salah juga ada banyak hal juga yang membuat linux tidak nyaman untuk di gunakan.

Namun disini saya tidak akan bahas keunggulannya karena sudah banyak yang mengulas di internet.

Pada kesempatan ini saya hanya akan mengulas mengenai “tidak enaknya pakai os linux”.

Perlu saya tekankan bahwa yang dimaksud tidak enak atau kurang nyaman disini adalah pengalaman saya dalam menggunakan linux os terutama; ubuntu, linux mint dan kali linux. Yang artinya mungkin anda memiliki persepsi berbeda dengan saya.

Beberapa diantara hal yang membuat linux tidak nyaman di gunakan:

Edit Gambar dan Video di Linux agak merepotkan

Untuk mengedit gambar dan video agak repot dan tidak secepat saat anda berada di windows OS, meskipun anda akan bilang bahwa di linux ada koq software untuk edit gambar dan edit video, tapi percayalah saya sudah coba semua itu dan tetap tak ada yang secepat dan senyaman software di windows.

Mungkin saja anda akan menjawab  bahwa itukan karena anda sudah terbiasa dengan windows. Tidak juga, lagi-lagi karena ada fitur-fitur yang tidak semudah kita menggunakannya ketika berada di windows OS.

Pakai Linux OS untuk Webinar kurang user friendly

Untuk berinteraksi dengan webinar agak membuat ribet, kenapa? jawabannya bukan karena di linux tak ada zoom atau google meet atau webex, tapi karena saat anda menjadi pemateri dan ingin share layar dan ingin membuka file akan mulai kelihatan kurang nyamannya, dalam hal ini akan memakan waktu.

Kemudian lagi saat user atau peserta mengirim file kepada anda dan ternyata tidak bisa dibuka secara langsung karena tidak supportnya file.

Mouse yang Kurang Responsive

Coba perhatikan deh saat anda menggunakan mouse ataupun hanya pakai touchpad, kursor mouse itu tidak se-enak ketika di windows, betulkan?

Contohnya saja di Ubuntu yang versi terbaru sekalipun akan kelihatan

Walaupun bisa diatur dari setting untuk pengaturan speed kursor mousenya namun tetap saja ada yang kurang menurut saya.

Kalau anda punya pengalaman berbeda tentang hal ini, mungkin bisa di ceritakan juga di comment di bawah ya.

Pakar Cyber Security tetap saja pakai windows di laptopnya

Percayakah anda, bahwa dalam interaksi saya dengan Pakar Cyber Security yang berkelas sekalipun bahkan ada yang jago hacker mereka menggunakan linux os pada level dual boot yang artinya di laptopnya tetap ada windows. Atau bahkan memiliki dua laptop yang terbagi atas linux dan windows atau mac os.

Meskipun ada yang tetap pakai os linux alone di laptopnya tapi tidak banyak.

Kalaupun ada yang khusus pakai linux, mereka hanya memanfaatkan sebuah aplikasi online yang di akses dengan browser saja dalam hal fungsionalnya.

Mereka membuat dual boot di laptopnya yang artinya ketika lagi ingin pakai linux maka dia akan masuk ke option linux begitupun sebaliknya.

Bahkan pihak pengembang kali linux pun menganjurkan bahwa os kali linux tidak untuk penggunaan sehari-hari. Yang artinya memang ada aktifitas bisnis atau interaksi social misalnya yang mengharuskan kita untuk tetap pakai windows.

Kenapa demikian?

Jawabannya karena bisnis yang beredar di dunia saat ini masih berjalan di OS windows he he.

Itulah sedikit pengalaman saya dalam merasakan beberapa hal tidak enaknya pakai linux OS.

Mungkin anda punya pengalaman atau pandangan berbeda atau ingin menambahkan?

Share to