Lomba Internal Programming Stikom Surabaya

Lomba dibidang pemrograman banyak diadakan di berbagai tempat, baik itu diadakan oleh kampus, baik itu diadakan oleh instansi dan juga komunitas. Di bulan November 2016 lalu Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya tidak mau ketinggalan kalau hanya masalah lomba seperti ini. Lomba dibidang pemrograman juga diadakan di kampus saya saat itu. Lomba Internal Programming yang diadakan di Stikom Surabaya dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi ini bertema “Develop an Innovative Application To Get The Better Education” hmm ribet amat temanya ya haha. Intinya begini, kita diharuskan untuk membuat aplikasi dengan tema pendidikan.

Daftar isi

Aturan Lomba

Ketika Anda mendaftarkan lomba, pasti ada aturan yang harus dipatuhi. Nah aturan lomba Internal Programming Stikom ini adalah 1 team maksimal 3 orang. Sendiri boleh? ya boleh saja tapi masa mau sendirian, itu mau ikut lomba apa uji nyali hehe. Lalu kita juga harus membuat aplikasi yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia.
Setiap team juga harus membuat proposal yang berisi penjelasan – penjelasan seputar aplikasi yang dibuat mulai dari rumusan masalah, ide, tujuan dan manfaat lengkap dengan dokumen power point untuk presentasi terbuka saat penjurian. 
Penjurian dilakukan di tempat terpisah antara web dan mobile dengan juri masing – masing yaitu 2 orang.

Kategori Lomba

Lomba ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu website dan mobile (android). Kalau Anda ikut website berarti harus membuat aplikasi berbasis website tapi kalau Anda pilih mobile berarti harus? Yep membuat aplikasi Android. Saat itu, saya dan team (Andi dan Alif) mendaftarkan diri untuk kategori website.

Untuk masalah juara hanya diambil juara 1 dan 2 saja di masing – masing kategori.

Web Apllication I-syarat

Kami berencana membuat website semacam Youtube tapi khusus untuk video – video yang berisi tutorial berbahasa isyarat. Ide ini kami ambil dari akun Instagram bernama Kamu Harus Tau yang saat itu memposting foto bahwa ada komunitas non komersil dari Jombang yang mengajar ke beberapa orang supaya bisa berbahasa isyarat. Dengan alasan itulah kami membuat aplikasi berbasis website bernama I-syarat. Maaf ya fotonya saya cari di laptop nggak ketemu, maklum orang kaya. Kaya file – file yang gak penting hehe..

Jadi dengan aplikasi ini Anda bisa daftar sama seperti daftar Youtube. Ada form – form data yang harus Anda isi. Setelah itu Anda bisa memilih apa yang akan Anda pelajari dengan cara memilih pilihan materi yang sudah kami sediakan. Setiap mmateri yang kami sediakan berisi kumpulan video lebih dari satu. Misal Anda mau belajar berbahasa isyarat alphabet dari A – Z, maka Anda klik judul materinya dan mulai belajar.

Selain itu Anda juga bisa berkontribusi untuk upload video tutorial karangan Anda sendiri dan bisa diakses orang lain juga. Jadi selain Anda belajar, Anda juga bisa berbagi ilmu disini.

Penjurian

Tidak seperti yang saya perkirakan sebelumnya bahwa akan ada banyak peserta yang hadir untuk penjurian, ternyata yang banyak malah pemirsanya hmm padahal saat pendaftaran berlangsung, saya tanya ke panitia kalau yang daftar sampai lebih dari 7 team, tapi yang hadir tidak sampai 6 team. Tapi yasudahlah bodo amat. 
Penjurian ini dilaksanakan di gedung auditorium dan dihadiri oleh 2 orang juri yaitu pak Vallen dan pak Teguh. Untungnya kami dapat giliran maju terakhir sehingga saya sebagai juru bicara kala itu bisa menentukan kira – kira model penyampaian saya ke juri dan pemirsa seperti apa, kalau cuma masalah power point sudah kami siapkan dan memang sudah jadi ketentuan lomba bahwa setiap team harus menyiapkan.
Setiap team diberi waktu hanya 10 menit saja untuk presentasi. Di dalam perlombaan, ini sudah jadi hal yang biasa dan setiap team harus membuat presentasi yang padat, singkat tapi menarik. Saya sampaikan dengan padat dan jelas lengkap dengan demonstrasi aplikasi yang kami buat. Setelah itu hal yang bikin jantung dredeg mulai bermunculan. Dua orang juri selevel S2 mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang oohhhh seram. Tapi untungnya saya bisa beri jawaban yang pas dan sesuai.

Pengumuman Pemenang

Setelah semua peserta menyelesaikan presentasinya, kami diberi waktu break selama 30 menit karena juri akan berkumpul untuk mendiskusikan siapa pemenang Internal Programming di masing – masing kategori.
Semua team pasti berdoa untuk menjadi yang terbaik dalam perlombaan begitu juga dengan team saya. Tapi saya pribadi tidak begitu memperdulikan menang atau tidak tapi lebih penting portofolio yang saya dapatkan setelah mengikuti lomba ini, syukur kalau menang berarti ya lumayanlah.
30 menit berlalu, semua juri di masing – masing kategori sudah berkumpul menjadi satu di ruang auditorium  dan kami para peserta untuk masing – masing kategori juga sudah siap untuk mendengarkan siapa saja pemenangnya.
Dari hasil penjurian kategori web di dapat juara 1 adalah team saya dan juara 2 adalah team dari Wahyu. Untuk kategori mobile, juara 1 diraih oleh team dari Hasan dan juara 2 diraih oleh team dari Fadly.
Ini penampakannya
Foto bersama saat lomba internal programming Stikom
Juara 1 lomba internal programming Stikom
Makasih ya Stikom Surabaya dan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi sudah mau mengadakan lomba semacam ini. Tolong adakan secara rutin setahun sekali minimal supaya Stikom tetap jadi Institut Berkualitas, Unggul dan Terkenal dengan mahasiswanya yang jago – jago.
Share to
Categories: Blogging

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *