Perbandingan Konsep Kepemilikan: Ekonomi Pasar, Komando dan Ekonomi Islam

Perbandingan Konsep Kepemilikan: Ekonomi Pasar, Komando dan Ekonomi Islam

Kepemilikan umum muncul karena suatu benda pemanfaatannya diperuntukan bagi masyarakat umum sehingga menjadi kepentingan bersama.

Ajaran Islam tidak membatasi kepada jenis benda tertentu untuk menjadi hak milik umum, sehingga kemungkinan dapat berbeda dari satu tempat dengan tempat lain.

Tetapi, hak milik umum terdapat dalam benda-benda dengan karakteristik berikut (An-Nabhani, 1996; Sulaiman, 1994, dan Sadr, 1992):

Fasilitas dan sarana umum. Sebenarnya, individu mungkin memiliki sarana ini namun berdampak pada potensi sengketa dalam masyarakat.

Contohnya adalah sarana komunikasi, transportasi umum, makanan ternak, sumber energi seperti
listrik dan api.

Bahan tambang yang relatif terbatas jumlahnya, seperti perak, besi, emas, dan tambang dari perut bumi.

Sumber daya alam yang sifat pembentukannya menghalangi untuk dimiliki hanya oleh orang secara individual. Misalnya, jalan raya, masjid, atau fasilitas umum yang jika dimiliki individu dapat mengganggu pemanfaatan oleh individu lain.

Harta benda wakaf, yaitu harta seseorang yang dihibahkan untuk kepentingan umum.

Hak milik negara pada dasarnya dapat berupa hak milik umum atau individu, tetapi hak pengelolaannya menjadi wewenang pemerintah.

Pemerintah memiliki hak untuk mengelola hak milik ini karena pemerintah merupakan representasi kepentingan rakyat sekaligus mengemban misi kekhalifahan Allah SWT di muka bumi.

Berbeda dengan hak milik umum, hak milik negara ini dapat dialihkan menjadi hak milik individu jika memang kebijakan negara menghendaki demikian. Tetapi, hak milik umum tidak dapat dialihkan menjadi hak milik individu, meskipun dikelola oleh pemerintah.

Jika dibandingkan dengan ekonomi pasar dan sosial, konsep kepemilikan Islam dapat disingkat dalam tabel 2.1. berikut:

Tabel Konsep Kepemilikan Ekonomi Pasar,

Demikianlah konsep Perbandingan Konsep Kepemilikan: Ekonomi Pasar, Komando dan Ekonomi Islam yang kami sarikan dari Buku Digital Buku Pengayaan Pembelajaran Ekonomi Syariah keluaran edukasi Bank Indonesia.

Share di

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *