Itulah kelompok ke-6 yang telah ia ‘hancurkan’. Kelompok 1,2,3,4,5, yang sebelumnya, hanya satu atau dua orang binaannya yang istiqomah sampai akhir. Kalau bukan karena kewajiban membina diri dengan cara membina orang lain, pastilah di kelompok ke-6 itu, ia tidak mau lagi membina. Cukup sudah, terlalu menyakitkan menyaksikan satu persatu dari mereka berguguran. Sampailah ia pada kelompok ke-7

Share to
Categories: Blogging

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *